Sekelumit Tentang Himpunan Pengusaha Santri Indonesia

Mensinergikan kekuatan ekonomi santri di seluruh Indonesia.

Dakwah selalu diidentikkan dengan penyampaian ajaran Islam lewat kata-kata di forum-forum pengajian atau di tempat-tempat ibadah. Padahal Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah lewat berbagai media yang hasilnya juga tak kalah efektif dibandingkan dengan kata-kata, yakni “bilhal” atau perbuatan, khususnya perdagangan.

Jalan itu yang dipilih HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) untuk mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras lewat entrepreneurships.

HIPSI menjadi institusi yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi kader NU yang mampu menciptakan peluang usaha dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru kreatif dan inovatif

HIPSI yang didirikan di Pesantren Al-Yasini Pasuruan ini juga sudah dideklarasikan di sejumlah daerah, seperti Jatim, Jateng, Kalimantan dan Palembang. Sejumlah provinsi lain seperti Jabar bahkan luar negeri seperti Malaysia dan Hongkong menjadi target berikutnya.

“Dakwah secara umum sudah banyak dilakukan oleh para tokoh, tapi dakwah lewat perdagangan ini yang masih terbilang jarang disentuh bahkan diabaikan. Padahal Nabi dulu juga berdagang dan itu bagian dari dakwah beliau,” kata ketua HIPSI Pusat, Mochammad Ghozali.

Menurutnya, HIPSI yang berada di bawah “Rabithah Ma’ahid Islamiah” (RMI) atau organisasi pondok pesantren di bawah NU itu memiliki misi menjadi wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri yang mandiri, Targetnya 1 juta pengusaha santri dalam 10 tahun kedepan.

Misi lainnya adalah mensinergikan kekuatan ekonomi santri di seluruh Indonesia serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Mengajarkan bagaimana berperilaku jujur secara langsung, bukan hanya kata-kata. Kejujuran adalah landasan utama yang diajarkan oleh Rasulullah dalam menjalankan bisnis. Inilah yang kami ajarkan juga dalam bisnis di kalangan santri.

Dalam pandangan Ghozali, Santri itu tidak hanya ada yang di pondok, alumni pun menjadi garapan HIPSI. Bagi yang di pondok, di sela-sela waktunya HIPSI masuk membekali dengan materi entrepreneurship. Jadi bidang garapan santri itu luas. Santri itu belajar agama, tapi realitanya yang menjadi kyai itu brapa sih, paling untuk menjadi kiai itu ya anaknya pak Kiai atau mantunya kyai, nah sisanya kemana? Ada yang jadi ustadz atau ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Tapi kebanyakan sekitar 50% yang freshgraduate, itu banyak yang menganggur. Di sinilah peran HIPSI dibutuhkan untuk mengarahkan ke bidang entrepreneur yang juga bisa dijadikan sebagai sarana dakwah. Dakwah bilhal untuk membangun ekonomi umat.

 

Dikutip dari Pers Release HIPSI

Facebook Comments

Leave a Reply

5 thoughts on “Sekelumit Tentang Himpunan Pengusaha Santri Indonesia

  1. menunggu realisasi HIPSI di Al Hikmah 2. Ga sabar rasanya lihat sufyan berdagang domain, hosting, dan website..

    ikut kecipratan rejeki :p

  2. wa’alaikumsalam..
    Oh..saya cuma dekat dengan ketua Jatengnya kok,jd dikit2 tau ttg itu, pdahal blm masuk anggota 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *