Cerita Mereka

Mengulas kembali hadits nabi yang sudah begitu familiar. Sangat ironi apabila remaja muslim saat ini masih belum bisa mengamalkannya, terutama di Pesantren, di Indonesia. Meski hampir setiap pelajar muslim hafal luar kepala hadits itu, namun masih sangat jarang yang dapat benar-benar mengamalkan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kamis (31/01/13), dua perwakilan siswa Malhikdua yang telah mengikuti studi banding ke tiga negara tetangga, Malaysia, Singapore dan Thailand, memasuki setiap kelas di sekolah untuk mensosialiasikan gerakan 3K, yang merupakan singkatan dari Kebersihan, Ketertiban dan Kedisiplinan.

Dimulai dengan menceritakan sekilas mengenai perjalanan mereka. Mulai dari ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia), salah satu sekolah Islam di Malaysia, dengan gedung dan fasilitas yang sederhana, mereka bisa mengamalkan satu hadits nabi tentang keutamaan kebersihan dan keindahan.

Memasuki hari selanjutnya mereka mengunjungi sekolah Islam yang berada di Singapore, Aljunied Al Islamiah. Sekolah Islam yang berdiri di kota sekaligus negri kapitalis. Dengan penduduk islam yang minoritas, sekolah ini tetap dapat berkembang dengan baik. Dengan julukan Negri Seribu Satu Aturan, negri ini sangat menghargai waktu dan kebersihan, dimanapun tempatnya selalu ada kamera CCTV untuk mengawasi setiap gerak gerik masyarakat selama 24 jam. Tak seorangpun bisa lolos saat melakukan tindak pelanggaran sekecil apapun. Tak ada orang yang berjalan santai, semuanya terlihat seperti setengah berlari, menggambarkan begitu berharganya waktu sedetikpun bagi mereka.

Kunjungan sekolah terakhir yaitu Sholahuddin Addiniyah, salah satu sekolah islam di Thailand. Menempati Negara dengan mayoritas penduduk beragama Budha, sekolah ini tak terlalu bisa leluasa mengembangkan sistem pembelajarannya. “Bahkan saat sekolah ini mendapat bantuan pengajar dari timur tengah, beliau tak diperbolehan mengajar pelajaran bahasa arab secara formal (dalam kelas), terpaksa beliau harus mengajar di luar jam dinas.” begitu jelas Farobi.

Mengambil pelajaran dari perjalanan itu, mereka menggagas gerakan 3K tersebut. Farobi juga menegaskan, “Jika kalian berfikir kegiatan ini hanya akan berjalan beberapa hari atau minggu, maka itulah yang akan terjadi, namun jika kalian yakin program ini akan berjalan di Malhikdua untuk selamanya, maka kalian sebagai kelas akhir akan meninggalkan jejak yang baik di Malhikdua.

Facebook Comments

Leave a Reply

5 thoughts on “Cerita Mereka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *