Rasa Penasaran Itu Kini Telah Terjawab

Gunung SumpingPuas, bangga, lega  dan capek yang kami rasakan saat tiba puncak bukit Sumping, setelah hampir tiga jam berjalan dan melalui berbagai rintangan, kami berhasil menginjakkan kaki di puncak bukit Sumping pukul 10.45. Puas rasanya, rasa penasaran selama ini telah terjawab. Ternyata pohon-pohon bambulah yang membuat bukit Sumping ini terlihat seperti mempunyai jambul dari kejauhan. Pohon-pohon bambu itu tumbuh melingkar dan menjorok keluar di pucuk bukit, sehingga seakan membentuk jambul jika dilihat dari kejauhan. Di tengah lingkaran pepohonan bambu terdapat tanah lapang kecil yang terlihat mirip taman yang tak beraturan karena mungkin taka da orang yang sempat merapihkannya.

Lima menit melepas lelah sembari tiduran di tengah sajuk dan rimbunnya pepohonan bambu, kamipun membuka bekal makanan yang sempat kami beli di jalan. Siang itu kami launch bersama di puncak bukit Sumping. Selesai makan kami langsung berfoto-foto bersama dengan berbagai background alam yang indah.

Takterasa azan zuhur berkumandang memanggil-manggil kami dari surau desa di bawah bukit. Usai berfoto-foto kamipun memutuskan  untuk turun bukit dan langsung menuju surau desa tadi untuk menunaikan sholat zuhur. Karena celana sangat kotor terkena tanah bukit, separuh dari kami memilih bergantian memakai sarung untuk mengantisipasi terbawanya najis. Sementara sebagaian sholat yang lain bebersih diri, ada juga teman yang menyempatkan mandi.

Selesai sholat dan istirahat sebentar, kami beranjak pulang, dan kami tiba di pondok pukul empat sore.

Facebook Comments

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *